Setiap pagi di akhir pekan, Ayah selalu mengunjungi Al. Kemudian
Ayah akan membawa Al berjalan-jalan di sekitar rumah berpagar
bunga-bunga bougenvil warna merah, putih, dan ungu. Di situ udara
terasa sejuk. Jika tidak sedang hujan, kamu bisa melihat puluhan
kupu-kupu aneka warna terbang dan hinggap di antara bunga-bunga.
Burung-burung juga berkicau riang di dahan berbagai pohon. Udara pagi
di pedesaan itu memang begitu bersih. Itulah sebabnya Ayah selalu ingin
Al bisa menjadi sahabat pagi.
Lama sekali Ayah mengajak jalan-jalan pagi tadi.
Kemudian menjelang siang, Al sudah begitu sibuk didandani oleh Bunda
dan Tante Nadia. Pakain-pakaian terbaik punya Al (yang jumlahnya
sedikit) dicoba. Akhirnya dipilih yang warna kuning. Al juga dipakain
pampers biar gak terlalu cepat ganti popok. Rencananya para tetangga
Nenek di Godean akan mengunjugi Al sehabis dhuhur.
Benar saja, sekitar jam satu siang para tetangga di Godean datang.
Totalnya ada 27 orang. Kebanyakan ibu-ibu tua yang ingin melihat Al,
misalnya Mbah Tomo (Simbok) yang dulu merupakan perawat Ayah waktu Ayah
masih kecil seperti Al, ada Bude Seni, Bude Purwo, Mbah Sosro, Bulik
Midi, Bu Tini, Mbah Mitro, Mbah Darmo, Bu Narti, Bu Yanti, Bu Ina, ada
juga Mbak Windi, Mbak Feby, Mas Bima, Mas Niko, Mas Itang datang juga
sama Bude Nik, Bude Nuk, dan Nenek Godean. Ramai banget deh!
Tapi meski suasana begitu ramai, Al anteng saja sepanjang hari tadi.
Sama sekali gak rewel, gak nangis, bahkan gak bangun. Akibatnya para
tamu gagal mempermainkan dan menggendong Al. Al damai dalam tidurnya di
stroller sampai para tamu kembali pulang ke Godean menjelang ashar.